Tampilkan postingan dengan label Politika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politika. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Oktober 2019

Jika Prabowo dan Sandiaga Jadi Menteri-nya Jokowi

Prediksi dan analisa tentang siapa saja yang akan menjadi menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode kedua kepemimpinan sebagai Prediden RI, menjadi menarik untuk disimak. Detik demi detik analisa dan prediksi berkembang “akrobatik” dan susah dipastikan.

Safari politik yang dilakukan oleh ketua umum partai Gerindra, Prabowo Subiyanto, ke sejumlah ketua umum partai politik pendukung dan pengusung Presiden Joko Widodo, menguatkan dugaan bahwa Prabowo tengah berusaha “me-lobby”  partai koalisasi pendudukung pemerintah untuk menerima partai Gerindra sebagai bagian dari koalisi pendukung Jokowi.

Lalu, apa kaitannya usaha yang dilakukan oleh partai Gerindra untuk bergabung dengan koalisi partai pendukung Jokowi dengan komposisi menteri yang akan membantu Presiden Jokowi? Jika, akhirnya partai Gerindra bergabung dengan koalisi partai pendukung Jokowi maka sudah bisa dipastikan partai Gerindra akan mendapat jatah menteri.
Nama-nama yang berkembang di media, calon kuat sosok yang dijagokan jadi menteri dari partai Gerindra antara lain: Prabowo Subiyanto, yang sekaligus sebagaii ketua umum partai Gerindra, Edhy Prabowo, Fadly Zon, dan Sandiaga Uno –yang baru saja bergabung kembali ke partai Gerindra.

Ada sesuatu yang unik, jika partai Gerindra jadi bergabung dengan partai koalisi pendukung Presiden Jokowi pada masa jabatan keduanya. Uniknya dimana? Jadi unik bila yang akhirnya menjadi menteri dari partai Gerindra adalah Prabowo Subiyanto dan Sandiaga Uno. Mungkin akan jadi peristiwa langka di negara ini, bahkan di dunia, pasangan calon presiden dan wakil presiden yang kalah dalam kontestasi pemilihan presiden akhirnya menerima tawaran presiden pemenang untuk menjadi menteri  dalam pemerintahannya.

Kita tunggu saja, apakah fakta sejarah unik ini akan terjadi atau tidak. Bila betul-betul terjadi, mungkin ini salah satu jalan solusi menghilangkan polarisasi tajam antara pendukung Jokowi dan Prabowo di Pilpres yang lalu.

Jumat, 25 Oktober 2013

Isi Lengkap SMS SBY

Apa sebenarnya isi lengkap dari SMS yang disinyalir berasal dari SBY tersebut? Berikut isi lengkapnya:

Dari: Ketum/Ketua MT PD

Kepada:

1. Kahar PD

2. Ketua Wanbin PD

3. Ketua Wanhor PD

4. Para Waketum PD

5. Sekjen PD

6. Ses MT PD

7. Bendum PD

8. DE PD

9. Ketua Fraksi PD DPR

Tembusan: Prof S. Boedisantoso

1. Sore ini, ketika saya baru saja sampai di Jakarta dari Kunker ke Jatim & DIY, saya dikejutkan oleh sebuah berita yang bombastis, provokatif & agitatif. Judul berita yg ada di sejumlah media berbunyi "Rezim SBY menggila". Diberitakan bahwa Prof Boedisantoso (BS) pendiri PD diculik oleh BIN (Badan Intelijen Negara), sehingga tidak bisa menghadiri acara PPI. Pihak Istana, begitu manuver politik itu, diminta utk menjelaskan.

2. Sekitar 2 jam yg lalu saya mendapatkan laporan dari Ka BIN bahwa berita itu tidak benar. Bohong. Tidak ada yg disebut penculikan itu. Saya mendengar bahwa pernyataan diculiknya Pak Boedisantoso itu dari Anas & Pasek. Selanjutnya BIN akan memberikan pernyataan pers pada malam hari ini. Bahkan atas pencemaran nama baik BIN sebagai lembaga negara, BIN mempertimbangkan utk mengadukan pencemaran nama baik itu ke pihak kepolisian. Saya juga marah terhadap fitnah keji itu, dan saya minta diusut secara tuntas. Jelaskan kpd rakyat apa yg sungguh terjadi. Negara kita negara hukum, bukan negara fitnah.

3. Sebagaimana sdr ketahui hubungan kita dgn Pak BS baik. Beliau saya angkat menjadi anggota Wantimpres selama 5 tahun. Pandangan-pandangannya juga jernih. Pak BS sangat peduli pada pluralisme & kerukunan sesama komponen bangsa. Pak BS adalah salah satu anggota Dewan Pembina PD, meskipun sekarang ini berada dlm status "non aktif" karena menjadi Komisaris di salah satu BUMN.

4. Jahat sekali. Luar biasa. Sebenarnya saya tidak ingin melihat ke belakang. Tetapi pihak Anas terus-menerus menyerang & menghantam saya & Partai Demokrat. Setelah hampir 3 tahun saya mengalah & diam, saatnya utk saya hadapi tindakan yang telah melampaui batasnya itu. Partai Demokrat atas kerja keras kita baru saja mulai bangkit. Karena perilaku sejumlah kader, termasuk Anas, partai kita sempat melorot tajam & hancur. Kalau gerakan penghancuran Partai Demokrat & SBY terus mereka lancarkan, para kader seluruh Indonesia akan sangat dirugikan. Sebagai unsur pimpinan Partai kita harus menyelamatkan partai kita, termasuk nasib & masa depan jutaan kader & anggota PD di seluruh Indonesia.

5. Jika terbukti Pasek (yg masih anggota DPR dari FPD) menyebarkan berita bohong yg mencemarkan nama baik BIN, dan secara tidak langsung nama baik Presiden, saya kira Dewan Kehormatan harus mengambil sikap & mulai bekerja secara serius. Yg penting fakta, jangan fitnah. Kalau Pasek ternyata tidak mengeluarkan pernyataan yg bersifat fitnah itu, ya tidak boleh diberikan tindakan.

6. Selama ini saya tidak menanggapi serangan-serangan Anas thdp saya. Mengapa? Saya malu jika harus meladeni. Yg jelek nama saya & PD sendiri. Lawan-lawan politik akan bertepuk tangan. Saya malah berpikir setelah tidak jadi Presiden akan saya hadapi secara serius. Atau biar lewat dulu Pileg 2014. Setelah itu akan saya hadapi benar-benar. Biasanya yg punya kekuasaan yg dzalim, sekarang yg didzalimi malah saya. Biar keadilan & kebenaran tegak. Kalau Anas tidak korupsi mengapa takut? Mengapa tidak berani membantah Nazarudin? Mengapa malah saya yg di-serang? Apa bisa Presiden melarang atau menyuruh KPK? Tak seorangpun yg bisa. Ingat. Anas tidak diberhentikan oleh PD, dia berhenti sendiri. Itupun partai yg kita dirikan dengan penuh perjuangan & pengorbanan ditinggal begitu saja. Tidak ada tanggung jawabnya. Tadinya saya tidak mau bicara seperti ini. Biar saya simpan saja dlm hati saya. Tetapi Anas amat ganas dlm menyerang & menghancurkan saya & partai kita. Bahkan secara terbuka mengatakan jangan harapakan PD akan bangkit & berhasil.

7. Menghadapi Pemilu 2014 kita harus kompak. Harus satu. Jika memang ada yg tidak setia & melawan partai kita, kita persilakan utk meninggalkan partai ini. Bagi saya tidak mengapa, berapapun yg akan meninggalkan Partai Demokrat.

8. Saatnya kita tegas, berani & menegakkan kebenaran & keadilan . Untuk partai kita, untuk kehormatan kita dan untuk bangsa kita.

9. Jika saudara telah menerima SMS ini harap memberitahu ADC Presiden, agar saya tahu bahwa saudara telah membaca & mengindahkan isi SMS ini.

10. Terima kasih. Selamat berjuang. Tuhan beserta kita.

Senin, 09 September 2013

Jika Jokowi Jadi Wakil Presiden, Tidak akan Dipilih Orang

Jika PDI-P ingin meraup suara banyak, maka Jokowi harus ditempatkan sebagai Calon Presiden, Jika Jokowi hanya ditempatkan sebagai calon wakil presiden jangan bermimpi Jokowi akan dipilih masyarakat.
Misalnya, demi mempertahankan trah Soekarno, lalu menempatkan Puan Maharani sebagai calon presiden dan Jokowi sebagai wakilnya, pasti masyarakat mengatakan: nggak lah yau.....