Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Oktober 2013

Mengenal Erick Thohir


erick-thohirErick Thohir yang lahir di Jakarta pada 30 Mei 1970 kini menjadi pebisnis ternama di Indonesia bahkan di kenal di beberapa belahan dunia lainnya seperti di benua Eropa tepatnya di Itali. Lalu siapa sebenarnya Erick Thohir ini yang bisnisnya telah merambah begitu luasnya?
Erick Thohir yang kini menjadi direktur utama tvone dan pernah menjadi direktur utama republika ini adalah pengusaha yang fokus pada media dan pencinta olahraga ternyata memiliki latar belakang keluarga yang sudah sukses di dunia bisnis. Tepatnya hal ini dimulai oleh ayahnya yang bernama Teddy Thohir. Dari ayahnya lah Erick dan kakaknya Garibaldi Thohir mewarisi jiwa bisnis yang kuat.
Siapa Sebenarnya Teddy Thohir, Ayah dari Erick Thohir
Erick Thohir lahir dari ayah yang pekerja keras. Ayahnya lah yang menjadi salah satu orang yang menguatkan sistem Astra Internasional hingga menjadi sangat kuat seperti saat ini. Meski ayahnya termasuk salah satu pengusaha yang disegani di Indonesia, tapi ayahnya tidaklah mewarisi asset langsung dari orang tuanya. Sebelumnya Teddy ikut kepada salah satu pengusaha ternama Indonesia untuk sama-sama membangun bisnis yakni William Soeryadjaya. Pada William lah ayah Erick Thohir ini belajar banyak hal dan bersama-sama membangun bisnis multinasional. Teddy Thohir memiliki teman seperjuangan yang merupakan salah satu dari dua murid William yang telah meraih kesuksesan yang sangat diperhitungkan yakni TP Rachmat yang juga masuk daftar 40 orang terkaya di Indonesia versi forbes pada tahun 2012.
Pengusaha Sukses di Sekitar Erick Thohir
Kakak dari Erick Thohir sendiri, Garibaldi Thohir, adalah pengusaha yang sangat disegani di Indonesia. Pada tahun 2012 Garibaldi memiliki jumlah kekayaan yang telah memasukkannya dalam daftar orang terkaya di indonesia versi forbes. Garibaldi ini memiliki saham 15% di Adaro Energy dan saham besar di perusahaan lain TNT Group.
Kembali ke Erick Thohir Sendiri
Lalu apa saja kiprah Erick Thohir di kancah bisnis Indonesia dan dunia? Erick Thohir telah menjadi direktur utama Viva yang merupakan group bisnis yang membawahi TVOne. Beliau juga memiliki bisnis sendiri di bawah bendera Mahaka Media yang membawahi beberapa bisnis ternama seperti harian Republika.
Di dunia olahraga, Erick Thohir bersama rekannya Jason Levien memiliki saham di salah satu club basket NBA Philadelphia 76ers. Erick juga memiliki Club sepakbola DC United yang berbasis di Amerika Serikat. Selain itu akhir-akhir ini Erick sering disebut-sebut sangat berminat membeli Intermilan, club sepak bola ternama asal Italia. Bahkan Erick sudah ketemu langsung pemilik saham dari Intermilan, Massimo Moratti.
Sumber : http://www.orangterkayaindonesia.com/erick-thohir/

Minggu, 15 September 2013

Biografi Singkat Habib Munzir Al Musawa



Alaikum Salam wr wb..,
Ayah saya bernama Fuad Abdurrahman Almusawa, yang lahir di Palembang, Sumatra selatan, dibesarkan di Makkah Al mukarramah, dan kemudian mengambil gelar sarjana di Newyork University, di bidang Jurnalistik, yang kemudian kembali ke Indonesia dan berkecimpung di bidang jurnalis, sebagai wartawan luar negeri, di harian Berita Yudha, yang kemudian di harian Berita Buana.
Beliau menjadi wartawan luar negeri selama kurang lebih empat puluh tahun, pada tahun 1996 beliau wafat dan dimakamkan di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.
Nama saya Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Almusawa, saya dilahirkan di Cipanas Cianjur Jawa barat, pada hari jum'at 23 februari 1973, bertepatan 19 Muharram 1393H, setelah saya menyelesaikan sekolah menengah atas, saya mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma'had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan.
Lalu mengambil kursus bhs.Arab di LPBA Assalafy Jakarta Timur, lalu memperdalam lagi Ilmu Syari’ah Islamiyah di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur, kemudian saya meneruskan untuk lebih mendalami Syari’ah ke Ma’had Darul Musthafa, Tarim Hadhramaut Yaman, selama empat tahun, di sana saya mendalami Ilmu Fiqh, Ilmu tafsir Al Qur;an, Ilmu hadits, Ilmu sejarah, Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf, mahabbaturrasul saw, Ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.
Saya kembali ke Indonesia pada tahun 1998, dan mulai berdakwah, dengan mengunjungi rumah rumah, duduk dan bercengkerama dg mereka, memberi mereka jalan keluar dalam segala permasalahan, lalu atas permintaan mereka maka mulailah saya membuka majlis.
Jumlah hadirin sekitar enam orang, saya terus berdakwah dengan meyebarkan kelembutan Allah swt, yang membuat hati pendengar sejuk, saya tidak mencampuri urusan politik, dan selalu mengajarkan tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kpd Allah swt, bukan berarti harus duduk berdzikir sehari penuh tanpa bekerja dll, tapi justru mewarnai semua gerak gerik kita dg kehidupan yang Nabawiy.
Kalau dia ahli politik, maka ia ahli politik yang Nabawiy, kalau konglomerat, maka dia konglomerat yang Nabawiy, pejabat yang Nabawiy, pedagang yang Nabawiy, petani yang Nabawiy, betapa indahnya keadaan ummat apabila seluruh lapisan masyarakat adalah terwarnai dengan kenabawian, sehingga antara golongan miskin, golongan kaya, partai politik, pejabat pemerintahan terjalin persatuan dalam kenabawiyan.
Inilah Dakwah Nabi Muhammad saw yang hakiki, masing masing dg kesibukannya tapi hati mereka bergabung dg satu kemuliaan, inilah tujuan Nabi saw diutus, untuk membawa rahmat bagi sekalian alam.
Kini majlis taklim saya yang dulu hanya dihadiri enam orang, sudah berjumlah sekitar tiga ribu hadirin, saya sudah membuka puluhan majlis taklim di seputar Jakarta pusat, saya juga sudah membuka majlis di seputar pulau jawa, yaitu:
Jawa Barat: Ujungkulon Banten, Cianjur, Bandung, Majalengka, Subang.
Jawa Tengah: Slawi Tegal, Purwokerto, Wonosobo, Jogjakarta, Solo, Sukoharjo, Jepara, Semarang,
Jawa Timur: Mojokerto, Malang, Sukorejo, Tretes, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo.
Bali: Denpasar, Klungkung, Negara, Karangasem.
NTB: Mataram Ampenan
Luar Negeri: Singapura, Johor, Kualalumpur.
Namun kini kesemua kunjungan keluar jakarta telah saya cukupkan setahun sekali dengan perintah Guru saya. Dan saya pun telah menjadi Narasumber di beberapa stasion TV swasta, yaitu di Indosiar untuk acara Embun Pagi tayangan 27 menit, di ANTV untuk acara Mutiara Pagi tayangan 27menit, RCTI, TPI, Trans TV dan La TV.
Saya membina puluhan majelis di jakarta, yg kesemuanya mendapat giliran jadwal kunjungan sebulan sekali, selain Majelis Induk di Masjid Almunawar Pancoran jakarta selatan yg diadakan setiap senin malam dan setiap malam jumat di kediaman saya, maka padatlah jadwal saya setiap malamnya sebulan penuh, namun tuntutan dari wilayah wilayah baru terus mendesak saya, maka saya terus berusaha memberi kesempatan kunjungan walaupun dg keterbatasan waktu. Email pribadi saya : munziralmusawa@yahoo.com
Demikianlah sekilas dari Biografi saya, untuk memperjelas gerakan dakwah yang saya jalankan, semoga limpahan rahmat Allah swt bagi mereka yang berminat menerima seruan seruan Kelembutan Allah swt, Amin Allahumma Amin.
Demikian Biografi ini saya buat,
Hormat Saya,
Khadim Majelis Rasulullah saw
(Munzir Almusawa)
*saudara mursa, terimakasih atas partisipasi anda, saya jadi malu, Baarakallahufiikum.
Sumber: http://www.bisnis.com/habib-munzir-meninggal-ini-biografi-pemimpin-majelis-rasulullah